Penmikes (Pendidikan, Ekonomi & Kesehatan) Untuk Transformasi “Proletar ke Borjuis”

  • 0

Penmikes (Pendidikan, Ekonomi & Kesehatan) Untuk Transformasi “Proletar ke Borjuis”

Category : Tulisan

Kemiskinan merupakan luka lama yang sampai sekarang terasa menggerogoti penduduk di Indonesia, carut marut masalah kemiskinan seperti barang yang tidak asing lagi bagi kita bagaikan benang kusut yang sulit diperbaiki, masalah ini melibatkan faktor yang begitu multidimensional dan apabila tidak ditangani dengan serius masalah ini akan menimbulkan masalah – masalah sosial baru. Terlepas dari perhitungan BPS berapapun persentase yang ada kemiskinan tetaplah sebuah pekerjaan rumah kita semua baik itu masyarakat maupun pemerintah maka dari itu diperlukan program yang jitu untuk memberantas tuntas, lantas apa yang dapat diperbuat untuk memberantas angka kemiskinan ? memang kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah karena permasalahan ini seperti yang telah disampaikan dimuka merupakan masalah yang multidimensional.

Upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa langkah dari program kemiskinan yakni hal utama adalah pemberdayaan masyarakat untuk mendobrak benteng kemiskinan dalam artian bahwa masyarakat perlu ditingkatkan dari beberapa aspek diantaranya pendidikan, aspek ini berfungsi sebagai merekonstruksi kembali pola pikir dan pola hidup masyarakat di Indonesia karena disinyalir bahwa kemiskinan juga erat dengan angka tinggi rendah tingkat pendidikan dan pola hidup yang serba malas.
Pada aspek pencerdasan ini hendaklah disediakan sekolah yang memang terjangkau bagi keluarga miskin di Indonesia tentu saja perlu juga ditekankan bahwa dalam lembaga pencerdasan tersebut khususnya keluarga miskin perlu dicetak menjadi lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja dan bukan menjadi seorang pegawai atau buruh saja, hal ini dilatarbelakangi karena kemiskinan juga selalu erat dengan kurangnya penyediaan lapangan kerja selain itu hampir sebagian besar faktor kemiskinan juga disebabkan faktor internal keluarganya yang berorientasi bahwa menjadi seorang pegawai negeri atau pegawai swasta lebih mendapatkan prestige daripada menjadi wirausaha atau penyedia lapangan kerja.
Diharapkan pada aspek ini masyarakat menjadi pribadi yang mandiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Pada aspek ini juga dapat mengurangi dampak buruk dari kemiskinan seperti kriminalitas dengan cara memberikan pemahaman agama sehingga mereka yang sudah menempuh aspek ini tidak hanya menjadi pribadi yang mandiri dalam membangun perekonomian keluarganya juga pribadi yang berbudi luhur yang taat pada agama sehingga mampu konsisten di jalan kebenaran. Ada istilah bahwa kemiskinan adalah lingkar setan yang selalu menjerat pelakunya ke dalam hal yang menyimpang maka dari itu dalam aspek ini perlu juga penekanan tujuan pendidikan nasional yang mendalam bahwasanya proses pencerdaan melalui pendidikan ini membentuk sumber daya insani yang cerdas, kreatif, berbudi luhur, dan memiliki spiritual keagamaan.
Aspek lainnya yakni ekonomi pada aspek ini selalu terbelenggu dengan beberapa hal pertama pola pikir maka dari itu seperti yang telah disampaikan diperlukannya peningkatan aspek pencerdasan melalui pendidikan. Kedua yakni kurangnya lapangan kerja, untuk perihal kedua tersebut pada aspek ekonomi ini dapat ditempuh dengan pengembangan kegiatan ekonomi keluarga baik itu di bidang kerajinan, pertanian, peternakan, industi rumah tangga yang dapat menyediakan lapangan bagi orang lain jadi prinsipnya yakni usaha keluarga untuk menolong sesama.
Adapun penyediaan kebutuhan pokok yang terjangkau karena pada dasarnya penduduk miskin selalu berkutat memikirkan bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan pokoknya. Meningkatkan peluang usaha dengan cara menyediakan peminjaman modal bagi usaha mikro seperti PNPM atau program lainnya, hal ini merupakan dukungan langsung dari pemerintah bagi keluarga miskin untuk membangun suatu usaha mandiri sehingga mereka tidak hanya dapat menolong perekonomian keluarganya juga dapat menolong keluarga lain.

Aspek kesehatan adalah aspek penunjang utama dalam memberantas angka kematian dari keluarga miskin aspek ini juga menjadi penunjang utama dalam aspek pencerdasan bagi keluarga miskin karena dapat kita bayangkan apabila asumsi gizi tidak mumnpuni bagaimana dengan proses belajar sudah barang tentu terganggu karena kinerja otak seseorang diperngaruhi juga oleh asupan gizinya, dan apabila kesehatan terganggu maka proses pencerdasan pun lambat laun akan terganggu sehingga berdampak pada tersendatnya upaya peningkatan aspek ekonomi dikarenakan untuk peningkatan ekonomi diperlukan sumber daya manusia yang sudah melalui proses pencerdasan. Selain itu kesehatan juga dapat berperan sebagai jaminan sosial dalam rangka melindungi keluarga miskin termasuk anak – anak dan perempuan didalamnya.
Ketiga aspek itu merupakan sebuah siklus yang saling terkait karena tidak akan terlaksana apabila ketiga aspek itu tidak sinergis rasionalisasinya jika kita akan meningkatkan perekonomian keluarga namun sumber daya manusianya masih rendah maka hal itu akan terhambat bahkan tidak terwujud maka dari itu diperlukan peran pendidikan sebagai pencerdasan dan peningkatan sumber daya manusia.
Di satu sisi aspek pendidikan ini tidak akan pula berjalan apabila perekonomian masih rendah. Selain itu perekonomian dan pendidikan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari kesehatan pula seperti yang telah dipaparkan sebelumnya kesehatan mempengaruhi pendidikan maka akan berdampak pula pada perekonomian, dan satu hal lagi yang terpenting yakni ketika keluarga miskin ingin mendapatkan ketiga layanan ini janganlah dihadapi dengan birokrasi yang rumit dan dipersulit karena tujuan dari program penmikes ini adalah keluarga miskin tetapi harus juga diberlakukan sistem yang selektif dengan diharapkan dapat menghindari kemungkinan penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap layanan dari program peminkes ini. Ketiga aspek itu juga tentunya tidak akan berjalan jika hanya pemerintah atau masyarakat saja yang bertindak maka dari itu perlu adanya sebuah kesinergisan antara pemerintah dan masyarakat termasuk lembaga – lembaga swasta yang dapat terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sumber Gambar : http://2.bp.blogspot.com/-nxyd5PUURsI/TdysLVwbPvI/AAAAAAAAAAc/eZyRg6JwaSI/s1600/gizi-buruk.jpg

 


Leave a Reply