Pancasila dan Prostitusi : Tetangga Pesantren Itu “Saritem”

  • 0

Pancasila dan Prostitusi : Tetangga Pesantren Itu “Saritem”

Category : Tulisan

Why Never Die ?

Bisnis lendir atau prostitusi memang sudah ada sejak zaman dahulu, jejaknya tak pernah mati hampir di setiap penjuru di Indonesia terdapat tempat prostitusi, baru – baru ini tengah marak kasus – kasus prostitusi di Indonesia melalui media online, hal ini semakin menunjukan bahwa prostitusi “Never Die”.
Kehidupan yang gelap ini apabila dibiarkan begitu saja tentu dapat menjadi sebuah racun bagi bangsa Indonesia sehingga moral dan citra Indonesia tercoreng, terlebih lagi apabila melihat kenyataan di Indonesia bisnis lendir sudah menjadi sebuah kebiasaan dan bukan hal yang tabu lagi, bahkan ada yang menjadikan bisnis lendir ini sebagai sumber mata pencaharian, tindak – tanduk kegiatan prostitusi ini sulit untuk dilumpuhkan meski ada tindakan – tindakan dari pemerintah, namun bisnis lendir tetap saja membandel baknya belut yang licin, selalu ada saja celah untuk kembali beroperasi. Ada pepatah mengatakan kemajuan suatu bangsa dapat tercermin dari perilaku kaum perempuan berangkat dari hal itu kegiatan prostitusi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebagai suatu rujukan kita dapat mengambil sebuah contoh yakni Kota Bandung, kota yang terkenal dengan mojang – mojangnya yang gareulis (Bahasa Sunda artinya : Cantik) dengan di dukung hawa dingin yang menyelimuti Bandung, menjadikan Bandung salah satu incaran untuk berbisnis lendir. Apabila kita selusuri Jl.Cibadak, Jl. Asia Afrika, Jl. Braga, dan kawasan Alun-alun Bandung banyak transaksi bisnis lendir yang terselubung. Sangat disayangkan sekali di Alun-alun Bandung dijadikan sebagai tempat transaksi bisnis berlendir yang notabene di alun – alun terdapat sebuah mesjid yaitu “Mesjid Raya Bandung”. Selain itu tempat prostitusi yang terkenal di Bandung yakni Saritem, bagi orang Bandung mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kata “Saritem” tempat prostitusi yang terkenal di Bandung ini bisa dikatakan sebagai sentra bisnis berlendir karena hampir setiap hari ramai pengunjung oleh laki – laki hidung belang, praktek prostitusi ini mulai buka sekitar jam 1 siang sampai dengan jam 12 malam, ironisnya lokasi komplek saritem ini bersebelahan dengan sebuah pesantren yakni pesantren Dar Al Taubah Al Islami dimana kegiatan pesantren dan prostitusi berjalan bersamaan dan masing-masing baik pesantren dan prostitusi seperti tidak ada pengaruhnya. Di lokasi itu juga terdapat sebuah polsek, yakni Polsek Andir sungguh ironis sekali kegiatan prostitusi terjadi di sekitar polsek sudah dianggap biasa saja bagi pihak polsek Andir, hal ini bertambah buruk karena di sekitar prostitusi anak-anak yang masih belia berlalu lalang. Konon kabarnya PSK-PSK yang ada di sekitar 75 % berasal dari Indramayu, Sukabumi, dan Cirebon. Lokasi saritem sendiri semakin terdukung dengan adanya hotel-hotel yang harganya terjangkau dan tempat-tempat karaoke. Sungguh sangat disayangkan sekali bisnis lendir ini terjadi dan dibiarkan begitu saja apabila melihat lokasi prostitusi ini yang diapit oleh pesantren dan Polsek.

Pelanggaran Pada Pancasila 

Butir Pancasila yang berkenaan dengan Prostitusi adalah:

  1. Butir 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Prostitusi dalam segi agama merupakan perbuatan yang melanggar aturan Tuhan, disebut juga perilaku Zinah.

  1. Butir 2:Kemanusiaan yang adil dan beradab

Di Rumania, banyak PSK yang dijebak, dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Begitupun dengan para remaja di Saritem, sebagian ada yang merasa terpaksa terjerumus di lembah Saritem, dengan kata lain, hak untuk merasakan kebebasan bertindak sesuai dengan kata hati telah dirampas.

  1. Butir 5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Prostitusi adalah masalah yang menyangkut berbagai aspek kehidupan, yaitu agama, politik, sosial, psikologi, dan ekonomi. Mayoritas para PSK terjerumus dalam prostitusi karena tekanan ekonomi. Ini menandakan bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan kemakmuran dan kesejatheraan

 

Sumber : Dok.kuliah

gambar : http://mosleminfo.com/wp-content/uploads/2015/05/prostitusi.jpg


Leave a Reply