Penelitian Sederhana : Etnis di Luar Jawa

  • 0

Penelitian Sederhana : Etnis di Luar Jawa

Category : Tulisan

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbanyak di dunia dengan terpisahnya wilayah Indonesia ini menyebabkan keanekaragam etnis di Indonesia itu sendiri, hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki suku dan kebudayaan yang berbeda disetiap wilayah, bahkan di suatu daerah terdapat 3 – 5 suku
dan kebudayaan memiliki ciri khas / karakteristik yang beranekaragam, salah satu etnis yang terkenal di Indonesia dan mancanegara adalah suku yang terdapat diwilayah Papua bagian Indonesia timur, masih kurangnya sentuhan moderenisasi dan globalisasi di wilayahtersebut membentuk suku dan kebudayaan ini masih murni hasil turun – temurun dari nenek moyang mereka,keunikan kehidupan dan kebudayaan yang mereka jaga dan lestarikan menjadi daya tarik setiap orang yang melihatnya, selain itu tidak semua orang dapat melihat langsung kebudayaan di Papua karena permasalahan keterjangkauan biaya dan transportasi yang masih kurang untuk menjangkau wilayah tersebut, oleh karena itu penulis akan membahas kehidupan dan kebudayaan di wilayah bagian Indonesia timur yaitu Papua dengan langsung mewawancarai narasumber asli dari Papua untuk menghindari kesimpang siuran informasi.


Penjabaran dari penelitian etnis diluar jawa (Suku Biak) ditinjau dari 5 W + 1H berikut pemaparanya
:

What : Apa nama suku di daerah anda ? dan apa ciri khas kebudayaan dari etnis anda ?

Suku yang terkenal di daerah saya khususnya provinsi Papua yaitu suku Biak, ciri khas dari suku Biak itu sendiri apabila masih terikat dengan adat istiadat biasanya golongan yang masih terikat ini berada di tempat – tempat terpencil. Ditinjau dari beberapa segi diantaranya :

Pakaian adat suku Biak pada umumnya disebut iwor, berikut ketentuannya :

  • Untuk laki – laki memakai koteka dan rumbay – rumbay
  • Untuk Perempuan hanya memakai rumbay – rumbay

Upaca Adat suku Biak

  • Upacara Barepen yaitu upacara makan bersama dimana sebelumnya secara bersamaan seluruh
    anggota suku Biak memasak dan membakar keladi (ubi) dan babi, upacara ini dilaksanakan
    apabila ada perkawinan, penyambutan orang terhormat, dan memperingati hari kemerdekaan
  • Upacara Rosaesne Marmar yaitu upacara pernikahan, biasanya pernikahan dipimpin oleh
    seorang Mambrih, Mambrih yaitu seorang kepala suku atau dewan adat yang menjadi panutan
    anggota suku Biak.

Sistem Kepercayaan suku Biak

  • Yahopa yaitu suatu kepercayaan suku Biak dimana saat pelaksanaan peribadatan semua
    penganutnya diharuskan untuk telanjang. Namun seiring perubahan zaman kepercayaan
    yahopa sudah dilarang.

Senjata, Tarian, Bahasa dan Rumah adat suku Biak

  • Senjata dari suku Biak yaitu Para dan Tombak
  • Tarian yang sering dipertunjukan yaitu tarian Iwor adat tanah
  • Bahasa pedalaman menggunakan bahasa Biak
  • Rumah adat suku Biak disebut Honai yang hampir keseluruhan bangunan terbuat dari pohon sagu

Mata Pencaharian suku Biak

  • Mata pencaharian suku Biak pada umumnya berternak dan bertan i selain itu adapula yang berburu namun karena terkikis zaman mata pencaharian suku ini hanya berternak dan bertani.
    Karakter suku Biak

Pada umumnya karakter dari suku Biak ini cenderung bersifat keras, hal ini juga sebagai
sebab mengapa sering terjadi perang antar suku di papua.

When : Kapan seseorang telah dapat mencalonkan sebagai Mambrih ?
Kapan Pelaksanaan pemilihan Mambrih ?

Kapan pelaksanaan tari Iwor dilaksanakan ?

Kapan seseorang dapat melakukan pernikahan di suku Biak ?

  • Seseorang di suku Biak telah dapat mencalonkan diri sebagai seorang Mambrih apabila
    dirinya telah dianggap berpengaruh atau sepuh dalam suku Biak tersebut. Selain itu
    pelaksanaan pemilihan Mambrih ini berlangsung pada saat masa jabatan/ memimpin
    Mambrih sebelumnya.
  • Pelaksanaan tari iwor ini biasanya dilaksanakan pada saat ada upacara adat tertentu, upacara
    pernikahan, upacara tamu terhormat dsb.
  • Didalam suku Biak usia pernikahan sama halnya dengan pernikahan pada umumnya yaitu
    untuk seorang perempuan sekitar 21 – 22 tahun dan seorang pria berusia 23 – 25 tahun

Where : Dimana biasanya upacara adat dilaksanakan ?

  • Pelaksanaan upacara adat itu sendiri biasanya berlangsung di sebuah lapangan, atau
    disesuaikan permintaan oleh seorang Mambrih

Who : Siapa sajakah yang dapat menjadi Mambrih ?

Siapa yang menjadi pemimpin pada acara adat selain Mambrih ?

Siapa yang menjadi pelerai dalam pertikaian antar suku di Biak ?

  • Untuk calon seorang Mambrih, semua anggota suku Biak dapat menjadi seorang Mambrih
    apabila telah memenuhi syarat – syarat tertentu pada umumnya seorang calon Mambrih harus
    dewasa dan memahami arti seorang Mambrih bagi anggota sukunya yg lain.
  • Untuk memimpin suatu upacara adat sebenarnya diwajibkan dipimpin oleh seorang Mambrih,
    namun apabila seorang Mambrih berhalangan dapat digantikan oleh seseorang yang dianggap
    sepuh oleh anggota suku Biak.

Why : Mengapa didalam kehidupan antar suku khususnya daerah papua sering terjadi
Perselisihan bahkan sampai terjadi perang ?

Mengapa dalam suku Biak diberlakukan upacara adat menginjak piring saat seseorang
kembali dari perantauan ?

  • Perang antar suku di papua terjadi apabila ada sengketa tanah dan bisa juga dikarenakan
    seorang perempuan saja, misalkan suku A menyukai atau bahkan menikahi seorang gadis di
    suku B, hal itu juga dapat memicu peperangan antar suku di papua.
  • Disaat seseorang kembali dari perantauan menurut adat yang berlaku di suku Biak harus
    melakukan upacara menginjak piring, dimaksudkan agar perantauanya membawa berkah bagi suku dan keluarganya.

How : Bagaimana prosesi upacara adat perkawinan di suku Biak ?
Bagaimana prosesi upacara adat menginjak piring ?

Bagaimana karakteristik dan cara bertahan hidup suku Biak ?

  • Prosesi upacara perkawinan suku Biak dimulai dengan proses Minang, yaitu pertunangan
    sebagai bentuk rasa tanggung jawab pihak lelaki terhadap pihak perempuan setelah itu
    mulailah upacara Rosaesne Marmar yaitu persepsi pernikahan, upacara tersebut usai lanjutkan
    dengan tarian iwor yaitu tanah adat suku Biak, selain itu biasanya dilaksanakan juga makan
    bersama (Barepen)
  • Prosesi upacara menginjak piring sesuai dengan namanya yaitu kaki diinjakan pada piring
    tertentu yang dianggap mempunyai berkah kemudian wajah dibasuh air yang sudah
    dipersiapkan oleh kepala keluarga dan di doa’kan.
  • Karakteristik suku Biak pada umumnya bersifat keras, untuk bertahan hidup mereka
    melakukan pemburuan, bertani, dan berternak, namun dengan perkembangan zaman cara
    bertahan hidup suku ini mulai beragam.

Sumber : Dok.Prinbadi


Leave a Reply